Ratusan  Honorer di PUPR Provinsi  Diasesmen, Ada yang 14 Tahun Bekerja Tak Lulus  



Kamis, 07 Februari 2019 - 13:55:22 WIB



JAMBERITA.COM - Sebanyak 363 tenaga honorer di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi mengikuti asesmen, 17 orang diantaranya dinyatakan tidak lulus.

Berdasarkan informasi yang didapat, bahwa mereka yang tidak lulus tersebut akan dipekerjakan ke pihak konsultan dan beberapa diantaranya juga ada yang menolak.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi M Fauzi mengaku memang ada menganggarkan untuk melaksanakan asessment dan penilaian tenaga honorer di beberapa bidang sesuai dengan kebutuhan.

"Tujuannya bukan untuk membuang mereka, semata-mata untuk melihat kemampuan mereka bekerja.

Ternyata 17 orang yang tidak lulus  ada di beberapa bidang. " Saya kaget juga kok ada orang yang lama 14 tahun bekerja nggak lulus," ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (6/2/2019).

Fauzi melanjutkan, untuk itu pihaknya sudah menggelar rapat dan mereka yang tidak lulus tersebut tidak akan di berhentikan tetapi akan dipekerjakan. "Kita tidak memberhentikan dan akan kita salurkan, mungkin mereka karena tidak lulus karena ada saran pendapat dari berbagai bidang terhadap kinerja masing-masing," terangnya.

"Saya berfikir mereka ini juga manusia punya keluarga saya tidak ingin mereka kehilangan pekerjaan, jadi mereka tetap akan kita salurkan, masing-masing bidang akan membuat kebijakan, jadi tetap akan kita pekerjakan,"sambungnya.

Atas dasar kemanusiaan, Fauzi mengaku mereka akan tetap dipekerjakan.

Salah satu solusinya akan disalurkan ke pihak konsultan. "Kan di konsultan gajinya lebih tenggi, kita cuma Rp 1.300.000 ribu, kalau mereka dak mau ya sudah bukan salah saya," katanya.

Dirinya menerangkan bahwa asessment ini dilakukan secara independen oleh pihak Universitas Jambi (UNJA) sehingga dirinya meminta agar setiap peraturan dapat ditaati. Namun dirinya membantah bila nilai setiap peserta tidak dapat dilihat.

“Kita juga harus hormati aturan, nilai itu boleh dilihat, yang tidak lulus boleh melihat nilai. Kita sudah mencari solusi yang terbaik kita salurkan sehingga mereka tatap ada pekerjaan. Mungkin mereka tidak lulus dan ada juga saran pendapat dari bidang masing-masing ada rapornya itu,” pungkasnya. (afm)



Artikel Rekomendasi